PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN
SMU MUHAMMADIYAH I KLATEN
Oleh www.plasawebs.com
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia perpustakaan ditanah air kita demikian pesat. Dan dewasa ini sebagai akibat perkembangan dan kemajuan-kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, permintaan informasi dari para pemakai jasa layanan perpustakaan semakin meningkat.
Perpustakaan adalah pelayanan. Pelayanan berarti kesibukan. Bahan-bahan pustaka yang harus sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukannya, dikelas atau di luar kelas. Pemakaian bahan pustaka yang dinamis ini memerlukan kerja sama yang erat antara guru kelas, para pelajar dan pustakawannya (Nasution, dkk,1984 : 135).
Dalam sebuah perpustakaan terdapat beberapa jenis koleksi dan sumber informasi lainnya yang disimpan dan dikelola oleh staf-staf yang ahli dalam bidangnya, koleksi tersebut tidak akan bermanfaat apabila perpustakaan yang bersangkutan tidak melayankan koleksinya kepada pengguna.
Karena perpustakaan adalah sebagai tempat yang memberi berbagai informasi. Begitu juga perpustakaan sekolah. Selain sebagai pemberi informasi, perpustakaan sekolah juga berperan dalam menunjang program pendidikan pada umumnya sesuai kurikulum yang berlaku serta mengembangkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan sumber informasi tercetak maupun terekam. Selain itu juga dapat membantu tugas-tugas guru dalam mengajar dan memperkaya ilmu pengetahuan.
Baik buruknya sebuah perpustakaan ditentukan oleh layanan sirkulasi yang diperolehnya dari perpustakaan. Menurut Martoatmojo (1998:43) betapapun besar koleksi yang dimiliki oleh sebuah perpustakaan, tetapi kalau sirkulasi dan pemakaiannya tidak lancar, atau hanya sedikit saja yang memanfaatkannya, maka kecil sajalah arti perpustakaan tersebut. Tetapi sebaliknya, jika kegiatan yang dilakukan oleh bagian sirkulasi lancar dan aktif, maka perpustakaan tersebut boleh dikatakan baik.
Kunci keberhasilan dalam pelayanan sirkulasi adalah jasa layanan yang sebaik-baiknya kepada pemakai jasa perpustakaan secara efektif dan efisien, serta informasi dapat ditemukan kembali secara cepat dan tepat.
Berdasar latar belakang tersebut, maka penulis bermaksud menulis laporan ini dengan judul “Pelayanan Sirkulasi di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten”.
Rumusan Masalah
Berdasar latar belakang masalah, maka dalam laporan ini rumusan masalah yang akan dibahas adalah :
1. Sistem pelayanan apakah yang digunakan di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten.
2. Kegiatan pelayanan sirkulasi apa saja yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten.
3. Apakah pelayanan sirkulasi di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten sudah efektif dan efisien
4. Apakah Pelayanan sirkulasi di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten sudah berfungsi dan sesuai dengan kebutuhan pemakai.
Tujuan Pembahasan
- Tujuan Pembahasan PKL
a. Menerapkan teori-teori perkuliahan
b. Memperluas wawasan dan memperoleh gambaran tentang dunia perpustakaan
c. Mengembangkan ilmu pengetahuan dalam PKL
d. Memahami kegiatan di perpustakaan
e. Sebagai salah satu syarat kelulusan program Diploma III
f. Membandingkan antara teori perkuliahan dengan praktek yang dilaksanakan selama PKL
2. Tujuan penulisan laporan
a. Untuk mengetahui bagaimana Pelay
anan sirkulasi yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
anan sirkulasi yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
b. Untuk mengetahui proses Pelayanan sirkulasi yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
c. Untuk mengetahui masalah-masalah yang muncul dalam pelayanan di Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten.
Waktu Pelaksanaan
Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan dalam waktu 25 hari, yaitu mulai tanggal 16 Februari sampai dengan tanggal 16 Maret 2004 di Perpustakaan SMU Mhammadiyah 1 Klaten, Jl. Sersan Sadikin No. 89 Klaten.
Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan laporan, penulis menggunakan metode sebagai berikut :
1. Metode Observasi, yaitu suatu pengamatan yang khusus dan pencatatan yang sistematis ditujukan pada satu atau beberapa faset masalah didalam rangka penelitian dengan maksud untuk tujuan mendapatkan data yang diperlukan untuk pemecahan persoalan yang di hadapi (Asyari, Sapari Imam, 1981 : 82 ).
2. Metode Wawancara, yaitu tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan pendapat mengenai suatu hal ( Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1995 : 1127 ).
3. Metode Dokumentasi, yaitu penyusunan, penyimpanan, temu balik, penyebaran dan evaluasi informasi, bagaimana cara merekamnya dalam bidang sains, teknologi, seni dan kemanusiaan ( Sulistyo-Basuki, 1996 : 13 )
Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab ini memuat dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan laporan, waktu pelaksanaan PKL, metode pengumpulan data dan sistem penulisan laporan PKL, yaitu di Perpustakaan SMU Muahammadiyah 1 Klaten.
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PKL
Berisi deskripsi tentang lokasi PKL secara umum, dengan memaparkan kondisi riil semua aspek yang terdapat pada lokasi PKL. Yaitu tentang letak geografis, sejarah perpustakaan, fungsi perpustakaan, peran perpustakaan, struktur organisasi, personalia, lokasi, gedung dan sarana, anggaran, koleksi, dan peraturan peminjaman di perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
BAB III. LANDASAN TEORI
Berisi tentang permasalahan dan pemecahannya yang ada di Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten, yaitu : fungsi perpustakaan sekolah, pengertian pelayanan sirkulasi, tujuan pelayanan sirkulasi, jenis kegiatan perpustakaan, pelayanan pemakai, dan bimbingan pengguna perpustakaan di Perpustakaan SMU Muahammadiyah 1 Klaten.
BAB IV PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SMU MUHAMMADIYAH I KLATEN
Membahas sistem pelayanan, jenis-jenis koleksi, jenis kegiatan sirkulasi,sistem kendali, jam buka pelayanan, ruang perpustakaan dan hambatan-hambatan di perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten.
BAB V PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran-saran.
BAB II
GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN
SMU MUHAMMADIYAH I KLATEN
Letak Geografis
SMU Muhammadiyah 1 Klaten berdiri di atas areal seluas 15.000 meter persegi, dengan perincian untuk bangunan gedung seluas 9.000 meter persegi, untuk lapangan olah raga 42.000 meter persegi dan tanah kosong seluas 1.000 meter. Tanah seluas itu adalah milik Yayasan Muhammadiyah yang telah disertifikasikan.
SMU Muhammadiyah 1 Klaten terletak di jalan Sersan Sadikin no. 89 Klaten Utara. SMU ini berada di daerah pinggiran utara kota Klaten, jarak dari pusat kota kurang lebih 3 kilometer ke arah timur laut, tepatnya kurang lebih 150 meter ke arah utara dari GOR (Gedung Olah Raga) Gelar Sena Klaten. SMU ini sangat mudah di jangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum karena letaknya yang strategis, dari terminal utama Klaten hanya berjarak kurang lebih 500 meter.
Adapun batas-batas wilayah SMU Muhammadiyah 1 Klaten yaitu di sebelah utara dan selatan berbatasan dengan perumahan penduduk, di sebelah timur berbatasan dengan jalan raya (jl. Sersan Sadikin), dan di sebelah barat berbatasan dengan STM Muhammadiyah 1 Klaten ( Sumber :Dokumentasi perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten ).
Sejarah Perpustakaan SMU Muhammadiyah I Klaten
Berkembangnya unit dalam sekolah erat kaitannya dengan perkembangan sekolah itu sendiri. Demikan pula perkembangan Unit Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten. Berikut perkembangannya dilihat dalam lima tahun sekali.
Kurun waktu 1955-1960
SMU Muhammadiyah lahir dalam keadaan yang belum serba siap, didirikan karena trdorong oleh rasa tanggung jawab atas perkembangan agama Islam dan dalam rangka mempersiapkan kadr Muhammadiyah yang paling mendasar dan dalam rangka ikut serta mewujudkan tujuan nasional sebagaimana disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945, yatu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan iku serta mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Kurun waktu 1965-1970
Keadaan belum mengalami perubahan yang berarti karena lokasi proses belajar mengajar yang masih berpindah-pindah. Dengan demikan unit perpustakaan belum ada.
Lokasi proses belajar mengajar pada kurun waktu iu masih juga berpindah-pindah sehingga unit perpustakaan pun belum memungkinkan untuk didirikan.
Kurun waktu 1970-1975
Sekolah telah mulai memiliki sejumlah koleksi buku teks, baik bagi pegangan guru untuk mengajar maupun murid untuk setiap bidang pengajaran. Buku-buku tersebut dibawa pulang oleh siswa untuk dipakai selama satu tahun ajaran. Di amping itu, telah dikelola pula sejumlah buku penunjang untuk para guru, disusun dalam satu almari. Koleksi pustaka untuk memenuhi kebutuhan guru ini meliputi buku-buku referensi seperti kamus berbagai bahasa asing, ensiklopedi agama, kamus bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, buku-buku Psikologi, didaktik dan metodik, ilmu pendidikan, ilmu pengetahuan umum, dan sebagainya. Koleksi pustaka guru ini dikelola oleh petugas Tata Usaha. Setiap buku dilengkapi dengan alat-alat pembantu, seperti kartu buku, kantong kartu buku, lembar wajib kembali, dan label buku. Sistem pengelompokkan menurut Dewey belum digunakan, yang dipakai adalah kode huruf.
Buku-buku untuk murid dikelola dalam ruang tertentu oleh seorang petugas. Buku murid hanya terbatas pada buku teks dan buku penunjang bidang pengajaran seperti buku-buku sastra. Sudah trdapat buku katalog, sistem pelayanan yang dipakai masih sistem tertutup.
Kurun Waktu 1975-1980
Karena minat baca para siswa semakin menanjak, maka koleksi, buku sastra ditambah dan dikembangkan dengan koleksi, buku-buku fiksi lain seperti cerita rakyat dan novel remaja. Sistem pelayanan secara kekeluargaan yang berdasarkan rasa percaya. Katalog masih dalam bentuk sebuah buku. Koleksi ini terpisah pengelolaannya dari pengelolaan buku pegangan murid. Perpustakaan sudah mulai mempuyai ruang walaupun sempit. Koleksi buku mulai diperhatikan untuk kemajuan perpustakaan.
Kurun waktu 1980-1985
Pengelolaan buku pegangan murid makin berkembang, dilengkapi dengan buku-buku pegangan tamabahan serta buku penunjang bidang pengajaran, maupun buku-buku referensi seperti buku peta bumi, daftar logaritma, kamus bahasa Inggris dan sebagainya. Usaha sekolah ini benar-benar dirasa menguntungkan siswa, mengingat harga buku pelajaran saat itu mahal. Bersamaan ini buku fiksi pun makin di angkat. Demikian pula koleksi pustaka guru.
Buku katalog yang dipakai yaitu katalog judul dan katalog pengarang. Berhubung jenis dan jumlah buku masih sangat terbatas serta belum memiliki tenaga teknis yang memeuhi persyaratan, maka belum mampu menyusun buku dengan menggunakan klasifikasi Dewey, melainkan menggunakan kode huruf.
Kurun waktu 1985-1990
Sejak menempati gedungnya sendiri, sekolah mulai menyiapkan ruangan khusus untuk perpustakaan. Seorang guru diikutkan dalam diklat perpustakaan yang nantinya ditugaskan untuk membantu mengelola perpustakaan dengan sistem perpustakaan yang standar sekaligus membina petugas perpustakaan yang sudah ada.
Jumlah buku semakin meningkat dan karena banyak buku baru, maka katalog dalam bentuk buku sudah tidak memadai dan tidak praktis. Hal ini terasa terutama apabila akan menyelipkan beberapa judul untuk katalog judul atau nama pengarang untuk katalog pengarang, sering terpaksa mengganti seluruh buku agar urutan abjad tetap terjaga.
Oleh karena itulah pembuatan kartu-kartu katalog serta disediakan pula kotak katalog. Sistem klasifikasi Dewey mulai diterapkan. Sistem pelayanan mulai menggunakan sistem terbuka.
Kurun waktu 1990-1995
Ruang yang ada belum cukup memadai, namun sirkulasi cukup memuaskan dan jenis koleksi pun makin banyak. Perpustakaan yang masih serba sederhana ini ternyata dapat membantu dalam kelancaran proses pendidikan di sekolah pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya.
Kurun waktu 1995- 2000
Bersamaan dengan selesainya pembangunan masjid SMU Muhammadiyah 1 Klaten, perpustakaan mendapat tempat baru yang lebih baik, luas dan memadai, yaitu menempati lantai 1 di bawah masjid SMU Muhammadiyah 1 Klaten. Perpustakaan lebih leluasa menjalankan fungsinya, melayani siswa, guru, dan karyawan. Pengembangan perpustakaan ini terus menerus dilakukan, baik dibidang koleksi, organisasi, maupun sarana dan prasarananya, agar semua siswa, guru dan karyawan dapat lebih memanfaatkan dan mencintai perpustakaan sekolah ini.
Kurun waktu 2000-sekarang
Sekolah terus meningkatkan koleksi bahan pustaka dan petugas perpustakaan dengan jalan menyarankan para alumni untuk memberikan sumbangan koleksi dan mengirimkan petugas perpustakaan pada diklat-dikat yang diadakan baik oleh Dinas P & K Kabupaten Klaten maupun Pimpinan Muhammadiyah Daerah Klaten dan Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah.
Berkat kesabaran dan keuletan para pengelola Perpustakaan dan Pimpinan Sekolah, pada tahun 2002 Unit Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten menjadi juara I lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Klaten yang diadakan oleh Subdin Diklusepora Kabupaten Klaten (Sumber : Dokumentasi perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten).
Fungsi dan Peran Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
1. Fungsi Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
a. Membantu para siswa melaksanakan penyelidikan dan mencari keterangan yang lebih luas dari pelajaran yang didapatnya di dalam kelas
b. Membantu warga sekolah (guru, karyawan dan siswa) mendapatkan sumber- sumber ilmu pengetahuan yang beragam
c. Membantu warga sekolah mengembangkan kegemaran dan bakatnya
d. Menyebarluaskan kepada warga sekolah tentang bahan-bahan pustaka/ koleksi yang bernilai dan cocok dengan selera dan daya baca mereka untuk memupuk kegemaran membaca
e. Memberikan pendidikan tanggung jawab kepada warga sekolah sebagai seorang warga negara. Dengan mengikuti tata tertib perpustakaan yang ada diharapkan warga sekolah terbiasa mengikuti tata tertib yang ada.
2. Peranan perpustakaan adalah sebagai berikut
a. Membantu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah
b. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
c. Menunjang kegiatan pengabdian sekolah pada masyarakat
(Sumber : Dokumentasi perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten)
Struktur Organisasi Perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten
Struktur organisasi adalah suatu kerangka yang menunjukkan tugas kerja untuk mencapai tujuan organisasi, hubungan antara fungsi-fungsi tersebut, serta wewenang dan tanggung jawab setiap anggota organisasi yang melakukan tiap-tiap tugas. (Soeatminah, 1992 : 57).
Struktur organisasi di perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten dibedakan menjadi dua macam, yaitu
1. Struktur Organisasi Makro, yaitu menggambarkan kedudukan perpustakaan sebagai bagian dari unit kerja dalam organisasi kerja perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten (Lihat pada lampiran. 7 )
2. Struktur Organisasi Mikro, yaitu menggambarkan perpustakaan SMU Muhammadiyah 1 Klaten dan bagian-bagian tugas yang ada sehingga menunjukkan satu unit kerja.